Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kisah Inspiratif I Gede Merta Yoga Pratama Founder Aplikasi FishGo untuk Nelayan

Minggu, 29 Oktober 2023

 





Makin banyak bermunculan produk olahan ikan dari perairan Indonesia yang bisa aku beli di e-commerce menandakan bahwa kehidupan para nelayan sudah banyak peningkatan dan juga inovasi. Hal ini membuatku tertarik mengulas kisah nelayan tradisional di Bali yang taraf hidupnya lebih sejahtera berkat penggunaan aplikasi FishGo, yang mereka gunakan. Sungguh makin modern dan canggih ya, dan sesuai dengan tagline besar di beranda website FishGo sendiri yang aku baca, FishGo Indonesia Nelayan Berdasi. 



Aplikasi yang sangat bermanfaat bagi nelayan itu diciptakan oleh pemuda asal Bali, I Gede Merta Yoga Pratama yang akrab disapa Yoga, berhasil mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 di bidang Teknologi. Aplikasi ini telah banyak mendapatkan penghargaan dan bantuan dari pihak pemerintah maupun swasta. Lalu bagaimana cerita dibalik terciptanya aplikasi FishGo ini ?






Negara Indonesia merupakan negara maritim, penuh dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah. Namun nelayan Indonesia hidupnya belum tergolong sejahtera karena terkendala teknik penangkapan ikan yang masih sangat tradisional. Tak terkecuali nelayan yang hidup di Pulau Bali. Dari kondisi kehidupan nelayan yang dia lihat sendiri di Bali, membuat I Gede Merta Yoga Pratama ingin membantu dan memberikan solusi dengan terciptanya aplikasi FishGo.



Sebelum aplikasi ini dirilis pada tahun 2017 lalu, para nelayan di Bali masih menggunakan proses tradisional seperti melihat rasi bintang untuk menemukan ikan, dan menurutnya hal itu tidaklah efisien. Sehingga I Gede Merta Yoga Pratama bersama rekannya, yang terinspirasi dari sebuah game populer pada tahun 2016, Pokemon Go. Sama seperti Pokemon Go yang menampilkan informasi koordinat karakter pokemon, FishGo ini menampilkan koordinat dari jenis ikan yang diburu nelayan.




Pada awalnya  FishGo berbentuk situs web namun terkendala kesulitan mengakses saat berlayar, maka dirilis FishGo dalam bentuk aplikasi yang mudah di akses. Aplikasi FishGo sendiri menggunakan teknologi sensor jarak jauh dan algoritma yang memudahkan aplikasi FishGo menentukan zona, waktu, dan rute terbaik bagi nelayan tradisional untuk menangkap ikan.



Penggunaan aplikasi FishGo sendiri memberi banyak manfaat diantaranya peningkatan jumlah tangkapan ikan per hari dari 60kg bisa mencapai 120kg per hari. Waktu melaut lebih hemat dan cepat karena rute yang dilalui semakin aman karena adanya fitur informasi cuaca.







Fitur-fitur yang ada di aplikasi FishGo diantaranya:


  • Informasi cuaca, informasi prakiraan cuaca aktual dan ditampilkan per jam.
  • Laporan hasil tangkapan,  nelayan dapat melaporkan hasil tangkapan mereka, pengguna FishGo dapat melihat siapa saja yang telah melaporkan hasil tangkapannya.
  • Pasang surut, informasi terkait ketinggian gelombang air laut selama 24 jam.
  • Pantau jumlah User, data user yang aktif menggunakan aplikasi dapat dimonitor langsung di dashboard.
  • Gawat darurat (SOS), pertolongan pertama apabila terjadi keadaan darurat seperti matinya mesin kapal atau rusaknya bagian kapal akibat ombak.
  • Tambahan jenis ikan, lokasi harian daerah potensial penangkapan ikan bertambah menjadi 4 spesies yaitu ikan Lemuru, tongkol, kenyar, layur.
  • Patriot, pendeteksi area tangkapan ikan berbasis internet of Things yang memanfaatkan teknologi sonar dalam memprediksi biomassa ikan.
  • Blue Tang, teknologi penarik kapal untuk memudahkan nelayan beraktivitas sebelum dan sesudah melaut, sebelum menggunakan blue Tang dibutuhkan minimal 10 orang untuk mendorong dan menarik jukung (kapal nelayan) dari dan menuju ke laut. Setelah menggunakan Blue Tang hanya dibutuhkan 4 orang untuk melakukan aktivitas tersebut. #MelautMudahdenganBlueTang







Aplikasi yang dirancang pada tahun 2017 butuh sosialisasi yang sangat lama kurang lebih 2 tahun, karena baru mendapatkan pengguna pertama pada 2019.  Aplikasi dengan sistem operasi Android ini hanya berlaku di kawasan pulau Bali, yang pada awalnya banyak menerima penolakan dari nelayan tradisional, namun aksi Yoga dibantu beberapa pihak diantaranya Pemda, Dinas Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melakukan sosialisasi. Tercatat pada tahun 2023 terdapat kurang lebih 3000 pengguna aplikasi FishGo dan sekitar kurang lebih 350 pengguna aktif per harinya.



Saat ini aplikasi FishGo mengembangkan beberapa produk lain diantaranya :


Kinzi, keripik ikan bergizi dengan bahan dasar kulit ikan tuna, kulit ikan yang digunakan oleh nelayan FishGo yang menerapkan konsep perikanan berkelanjutan yang tidak melakukan penangkapan berlebihan dan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.


jukBe, jukBe membantu pemasaran ikan nelayan tradisional. Ikan yang dipasarkan secara online adalah ikan hasil tangkapan nelayan tradisional yang aktif menggunakan aplikasi FishGo, tidak hanya mempermudah pembeli, tapi juga membantu nelayan.



Inovasi dari I Gede Merta Yoga Pratama bersama rekannya ini berhasil mendapat penghargaan dan Apresiasi dari SATU Indonesia Awards 2020, dan semakin membuat FishGo banyak dikenal publik. Tidak hanya mendapatkan bantuan dana tapi juga dari segi publikasi.  Saat ini Yoga sedang mengupayakan agar FishGo mendapat Standar Nasional Indonesia agar alatnya bisa dijual secara nasional dan di manfaatkan oleh nelayan di luar wilayah Bali.



Yoga juga berharap akan ada banyak penerus generasi muda untuk bangga menjadi nelayan dan potensi kelautan Indonesia dapat dimanfaatkan oleh nelayan lokal untuk memenuhi kebutuhan ikan masyarakat Indonesia. Dan bersyukurnya aksi Yoga ini didukung pemerintah Bali dengan mengeluarkan dana setiap tahunnya untuk biaya operasional FishGo sejak tahun 2020.